Gerombolan Bermotor Serang Lima Orang di Bundaran Bypass Tasikmalaya, Dua Korban Luka Serius
Para gerombolan bermotor saat menyerang korban di ruko pecel lele, di Jalan Ir. H. Juanda, kawasan Bundaran Bypass, Sabtu (17/10/2026) sekitar pukul 02.40 WIB. Foto: Istimewa

Di sekitar lokasi kejadian, ditemukan sejumlah barang bukti berupa batu, botol pecahan kaca, serta pecahan kayu. Benda tersebut yang diduga kuat digunakan gerombolan bermotor untuk menyerang para korban.

harapanrakyat.com,- Aksi penyerangan oleh gerombolan bermotor di Kota Tasikmalaya menyebabkan lima orang mengalami luka-luka. Peristiwa terjadi di depan ruko pecel lele di Jalan Ir. H. Juanda, kawasan Bundaran Bypass, Sabtu (17/10/2026) sekitar pukul 02.40 WIB.

Dalam rekaman kamera pengawas tersebut, terlihat para korban berusaha menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam ruko. Namun, pintu bangunan yang masih terkunci membuat upaya mereka gagal. Kelima orang itu akhirnya berhimpitan di depan ruko ketika gerombolan bermotor datang dan melakukan penyerangan.

Para pelaku diduga melakukan penganiayaan menggunakan benda tumpul. Serangan berlangsung brutal hingga dua orang mengalami luka robek serius di bagian kepala. Sementara itu, tiga korban lainnya berhasil menyelamatkan diri dari amukan para pelaku, meskipun mengalami luka ringan dan memar.

Salah satu korban selamat yang merupakan pedagang pecel lele, Idris, menceritakan detik-detik aksi penyerangan tersebut. Saat itu, dirinya baru saja kembali dari pasar usai membereskan lapak jualan pecel lele miliknya.

Setibanya di ruko, Idris berniat masuk untuk beristirahat. Ia juga mengajak teman-temannya yang telah menunggu di pinggir jalan depan ruko, agar beristirahat bersama sebelum meneruskan perjalanan.

“Iya saat hendak masuk ke dalam ruko, para rombongan pelaku datang dari arah Cilembang. Tiba-tiba mereka langsung nyerang saya dan teman,” ungkapnya saat ditemui Senin (19/10/2026).

Penyerang oleh Gerombolan Bermotor Diduga Salah Sasaran

Idris menduga kuat para pelaku salah sasaran, dan mengira temannya adalah anggota geng motor yang sedang nongkrong. Padahal, temannya sedang menunggu dirinya dan mau beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bandung untuk nonton pertandingan Persib.

“Mungkin teman saya disangka geng motor, padahal bukan sama sekali. Teman saya dari salopa hendak ke bandung, mau istirahat dulu di ruko tempat jualan saya. Saya tidak tahu apa-apa dan tidak ada masalah dengan siapa pun,” jelasnya.

Di tengah serangan tersebut, Idris sempat berusaha membuka pintu ruko agar dirinya dan teman-temannya bisa berlindung di dalam bangunan. Namun, upaya itu tidak berhasil karena pintu masih terkunci.

Kondisi tersebut membuat para korban terpaksa bertahan di depan ruko, sembari berusaha menghindari serangan dari gerombolan bermotor. Dalam situasi yang berlangsung cepat itu, Idris akhirnya memilih menyelamatkan diri.

Setelah situasi mereda, ia kembali ke lokasi untuk memastikan kondisi teman-temannya. Namun, pemandangan yang ditemuinya justru membuat dirinya terkejut. Idris menemukan dua rekannya sudah tergeletak dalam kondisi bersimbah darah.

Sedangkan di sekitar lokasi kejadian, ditemukan sejumlah barang bukti berupa batu, botol pecahan kaca, serta pecahan kayu. Benda tersebut yang diduga kuat digunakan para pelaku untuk menganiaya para korban.

“Sementara yang lainnya syukurnya hanya memar-memar,” ungkap Idris.

Penyerangan oleh gerombolan bermotor pada dini hari itu meninggalkan ketakutan bagi Idris. Sebagai pedagang yang terbiasa bekerja hingga larut malam, ia mengaku kini merasa lebih cemas dan trauma ketika harus kembali beraktivitas.

Ia berharap kepolisian dari Polres Tasikmalaya Kota bergerak cepat untuk menangkap para pelaku, dan mengusut tuntas motif penyerangan tersebut.

“Rasa takut pasti ada. Semoga para pelaku cepat tertangkap dan dihukum setimpal, agar kejadian serupa tidak terulang lagi kepada warga atau pedagang lain,” harapnya.

Sementara itu, Harapan Rakyat Online telah berupaya meminta konfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Januar Rangga, melalui pesan singkat WhatsApp pada Senin (19/10/2026). Namun, hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan keterangan terkait penyerangan oleh gerombolan bermotor tersebut. (Apip/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)