
KAPOL.ID — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) bersama Regional Economic Development (Redef) serta Southern Leyte State University (SLSU) Filipina.
Perjanian kerjasama internasional tersebut salah satunya program magang internasional mahasiswa dan pertukaran pelajar.
“Ini merupakan langkah penting untuk memperkuat kerja sama internasional. Serta membangun hubungan yang lebih erat antara perguruan tinggi, dunia industri, dan masyarakat luas,” kata Direktur UPI Kampus Tasikmalaya, Prof. Dr. Heri Yusuf Muslihin, Senin (29/10/2026). Ia mengatakan, melalui program magang internasional mahasiswa diharapkan dapat memperoleh wawasan global. Dan keterampilan praktis guna menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.
”Kita berharap dapat membuka peluang yang bermakna bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman, memperluas wawasan.”
“Serta mengembangkan keterampilan yang akan mempersiapkan mereka menghadapi dunia kerja dan membangun karier di masa yang akan datang,” ujarnya.
Ketua Redef, Santi N. Susanti mengatakan, kerjasama ini memperkuat sinergi antara dunia akademis dan sektor bisnis melalui jejaring global.
Mahasiswa dari perguruan tinggi mitra akan mendapatkan kesempatan emas untuk belajar dan berjejaring langsung di Kota Tasikmalaya.
”Kami ingin membangun ekosistem kewirausahaan global dengan membagikan pengetahuan, budaya, dan jaringan kami.”
”Pada intinya, kami sedang membangun jembatan yang kuat antara Indonesia dan Filipina. Khususnya menghubungkan Kota Tarlac dan Kota Tasikmalaya,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Southern Leyte State University (SLSU) Filipina, Dr. Jude A. Duarte mengatakan, kolaborasi ini tidak hanya terbatas pada sektor akademik.
Juga menyasar pengembangan bisnis dan hubungan diplomatik sosial budaya antarnegara.
“Saya sangat berharap ini akan menjadi kolaborasi yang berkelanjutan dalam meningkatkan keunggulan pendidikan,” ungkapnya.
”Kita melampaui akademik, kita juga memperluas sisi bisnis dan relasional. Betapa dekatnya Filipina dan Indonesia,” katanya. ***

Jadilah yang pertama berkomentar di sini